Mon. Dec 6th, 2021

Drama Sergio Aguero

Drama Sergio Aguero

Drama Sergio Aguero

Oleh : Rais (Redaktur marjinbola.com)

Drama perebutan gelar musim 2011/2012 dan Sergio Aguero jadi aktornya. Golnya ke gawang Patrick Kenny diakhir laga menyudahi perlawanan Queens Park Rangers dengan skor 3-2. Seusai membobol gawang The Superhoops, Aguero tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya.

Berlari ke pojok lapangan sambil membuka baju dan rekan setimnya pun menghampiri dengan suka cita. Di pinggir lapangan Roberto Mancini kegirangan memeluk setiap staf kepelatihan Manchester City.

Momen yang sulit dilupakan oleh fans The Citizens. Gelar pertama setelah puasa 44 tahun puasa gelar English Premier League harus menunggu hingga tambahan waktu babak kedua.

Selain fans, komentator saat itu Martin Tyler meneriakkan nama pencetak gol terakhir dengan lantang. “Agueerrrooo” menjadi teriakan yang sudah ia rencanakan. Bak dukun, pria asal Inggris sudah tahu bahwa gol akan terjadi. Ia mengambil ancang-ancang nafas setelah Yaya Toure memberikan umpan ke Aguero.

“Saat pemain asal Argentina menyentuh bola, saya sudah tahu dia akan mencetak gol. Saya lalu mengambil nafas panjang dan … anda sudah tahu apa yang terjadi selanjutnya,” ungkapnya.  

Pemain asal Argentina melakoni partai terakhirnya bersama Manchester City meladeni Everton di liga domestik. Pep Guardiola memberikan kisi-kisi sebelum laga dimulai, bahwa pria 32 tahun itu akan dimainkan pada babak kedua.

Ungkapan pelatih asal Spanyol direalisasikan pada menit ke 65. Mantan pemain Atletico Madrid masuk menggantikan Riyad Mahrez. Hanya butuh waktu 6 menit untuk membubuhkan namanya dipapan skor setelah menerima umpan dari Fernandinho.

Tak berhenti Aguero memainkan dramaturgi seisi Stadion Etihad. Di menit 76 , ia kembali membobol gawang Everton. Skor akhir 5-0 dan Kun Aguero mencetak sepasang gol. Banyak momen terbaik bagi tim yang bermarkas di Stadion Etihad salah duanya, gol penentu juara di musim 2011/2012 dan dwi gol perpisahan tadi malam.

Apresiasi Pep Guardiola

Usai merayakan pesta kemenangan Liga Primer Inggris tahun 2020/2021, Pep Guardiola ditanya reporter soal pengganti Aguero musim depan. Pria asal Spanyol tidak langusng menjawab dengan mengajukan daftar pemain, justru suaranya mengecil dan matanya mengeluarkan air mata.  

“Sergio Aguero jadi sosok pemain yang spesial buat kami (Manchester City). Dia sangat baik dan membantu saya di sini. Dia pemain yang bagus dan kami tak bisa menggantikannya, tak akan bisa,” ungkapnya dengan nada naik turun karena sesenggukan.

Pep tidak bisa melupakan begitu saja jasa-jasa pria kelahiran Quilmes Argentina. Ia tahu diri, bahwa sebelum dirinya menginjakkan kaki di Stadion Etiihad, Aguero telah menghuni klub sejak 2011 dan menjadi kebanggan fan pasca gol penentu di tahun 2012. Pria berkepala plontos itu pun, merasa sangat terbantu atas pencapaiannya sebagai pelatih.  

Perihal pengganti pada dasarnya tambal sulam. Siapa yang pergi dan klub membutuhkan pengganti. Tak (mungkin) Pep akan berlarut-larut karena merasa kehilangan.  Gambaranya saat korespondensi, ia menyudahi tumpahan air mata saat ditanyai rencana melawan klub asuhan Thomas Tuchel di Final Liga Champion pada 27 Mei 2021.   

“Ada banyak pemain di tim (ini), Joe Hart, David Silva yang membantu menjadi klub besar. Di pertandingan terakhir, Aguero menunjukkan (magisnya) untuk 20 menit terakhir,” tuturnya.

Nama Aguero tidak sendirian yang amat berharga bagi dirinya. Dua nama yang erat dengan  Manchester City, seperti Joe Hart dan David Silva. Untuk nama yang pertama, memang terjadi “friksi” dan “selera” penjaga gawang ala Pep sedangkan nama kedua memilih untuk pindah ke klub La Liga Real Sociedad.

Puzzle Pep

Puzzle berfungsi untuk melatih memori otak saat potongan pola gambar disesuaikan dengan lainnya. Memori yang terlatih akan memancing kemampuan visuospasial untuk melakukan hubungan dan persepsi yang mutualisme mutualisme. Kecekatan yang diasah terus-menerus lewat puzzle akan membuat koordinasi mata dan tangan menjadi otomatis terlaksana tanpa menunggu waktu lama.

Isitilah “Puzzle Pep” merujuk pada skuad yang akan diturunkan pada sebuah pertandingan. Tidak hanya penggemar Manchester City yang menunggu, pemain pun menunggu dirinya menjadi starting eleven atau memulai pertandingan dari bangku cadangan.

Tapi yang diterapkan oleh Pep bukan kepingan puzzle untuk bocah di bawah lima tahun, melainkan sudah akil baligh. Skuadnya seperti terapan permainan puzzle, saat melakukan serangan maupun bertahan. Seolah-olah manfaat latihan puzzle sedari lapangan latihan diterapkan saat melakoni laga.

Di dalam kepingan puzzle mantan pemain Barcelona, “Kun Aguero menjadi penyerang murni dan second striker. Ia telah bermain untuk The Citizen sebanyak sebanyak 389 pertandingan dengan membubuhkan 260 klub dan 73 asis dengan rata gol per pertandingan 2.11 dengan tiga pelatih berbeda.  Khusus di bawah asuhan Pep, Aguero menjadi penyerang yang spesial sebab telah dimainkan sebanyak 181 dengan 124 gol dan 29 asis.

Dalam wawancara Sky Sports, Aguero diminta oleh Pep Guardiola tidak membubuhkan rekor gol untuk klub, tapi menjadi orang pertama yang melakukan pressing pertama kepada tim lawan yang sedang melakukan build up.

“Dia sangat menuntut saya,” kata Aguero saat ditanya tentang Guardiola musim lalu. “Saya perlu menjadi pemain yang memulai tekanan dan dengan tekanan saya, rekan satu tim lainnya akan bergabung dengan saya dan menjaga tekanan.” Dia mengenali apa yang dibutuhkan dan data pelacakan Liga Premier menunjukkan bahwa dia telah memenuhi apa yang diminta juga.

Beruntung Aguero mengiyakan permintaan juru latihnya. Kaki kecilnya tidak saja mampu menjangkau umpan dari David Silva atau Kevin De Bruyne, tapi turun untuk mampu bertahan. Sebab, Pep selalu menginginkan penyerang yang mampu bertahan dan pemain bertahan yang memiliki kemampuan penyerangan.

Pindah ke Blaugrana

Sergio Aguero mengakhir masa bakti dengan Manchester City dengan rekor 184 gol merupakan terbanyak sepanjang sejarah untuk satu klub, melampaui capaian Rooney saat membela Setan Merah. Catatan juga menjadi rekok untuk penyerang non-Inggris seperti dirinya.

Isu santer kepindahan ke Barcelona dibocorkan oleh Pep Guardiola saat wawancara dengan menyebut akan pindah ke klub yang ia cintai. Tak akan jauh kata “cinta” itu memiliki catatan menuju kesebelasan La Blaugrana.

Jika hal itu terealisasi. Reuni dengan Lionel Messi rekan satu tim di Argentina. Tak sekedar bertemu dan bernostalgia di coffe shop sembari meneguk segelas wine di bilangan Kota Catalan. Tapi melanjutkan di lapangan untuk membangun kejayaan tim bersama di liga yang tidak asing bagi mantan punggawa Atletico Madrid.

Well, jika informasi Pep benar adanya. Lantas dramaturgi apalagi yang akan di buat oleh Sergio Kun Aguero di rumah barunya?