Mon. Dec 6th, 2021

Derby Machester: Rekor City Berhenti, Rekor MU Jalan Terus

Derby Machester: Rekor City Berhenti, Rekor MU Jalan Terus

Oleh: Rais (Penulis marjinbola.com)

Kemenangan 0-2 Manchester United atas Manchester City di Etihad Stadium (8/03) di putaran Liga Inggris ke 28. Kemenangan yang diraih Setan Merah melalui gol pinalti dicetak oleh Bruno Fernandes setelah Anthony Martial dilanggar oleh Gabriel Jesus di awal laga. The Red Devils menggandakan keunggulan melalui tendangan Luke Shaw yang tak bisa dibendung oleh Ederson pada menit 50.

Kekalahan tim asuhan Pep Guardiola menjadi akhir dari rentetan 28 kemenangan  dari semua kompetisi yang diikuti. Sebaliknya, kemenangan tim asuhan Ole Gunnar Solkjaer menjadikan Manchester United memiliki rekor 21 kemenangan laga tandangan di semua kompetisi.

Manchester City menggunakan formasi 4-2-3-1 minus Bernardo da Silva sedangkan Phil Foden menjadi pemain pengganti Gabriel Jesus pada meni 71 dan Joao Cancelo diganti Kyle Walker di menit 65.  Tim asuhan Ole menggunakan formasi 4-2-3-1, absennya De Gea diganti oleh Henderson. Tiga pergantian dilakukan oleh Manchester United, Greenwood mengganti Marcus Rashford, Nemaja Matic mengganti  Anthony Martial dan Williams menggantikan Bruno Fernandes. 

Manchester United melakukan pola dengan high block pressing terhadap pertahanan Manchester City. Empat pemain Manchester United, Anthony Martial, Bruno Fernandes, James dan Marcus Rashford melakukan high block pressing. Upaya ini dilakukan oleh MU agar The Citizen bermain di area sendiri sehingga upaya untuk melakukan serangan balik mampu di redam. High block pressing juga memberikan efek kepada Manchester City untuk melakukan umpan panjang ke tengah -Gabriel Jesus, Ryad Mahrez, atau Raheem Sterling- sehingga mudah di intersep oleh Harry Maguire, Victor Lindelof, Fred, atau Scott McTominay.

Proses gol penalti yang didapatkan oleh Manchester United adalah buah dari high block pressing awal laga. Saat Jesus akan melakukan dribling diblok Maguire dan Fred. Hasilnya bola mengarah ke arah Rashford lalu melakukan passing ke Martial. Proses tusukan ke ruang kota penalti justru mendapatkan gangguan oleh Gabriel Jesus yang mengakibatkan Matial jatuh.

Pelanggaran yang dilakukan oleh Gabriel Jesus menurut Ruang Taktik sebagai clumsy foul. Salah satu bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh pemain akibat kecerobohan pemain atau bukan menjadi terdapat pilihan lain sebelum melakukan pelanggara. Pasalnya saat Anthony Martial melakukan tusukan terdapat empat dilakukan penjagaan oleh Stones, Cancelo, Dias serta Rodrigo yang melakukan blocking dari defender mieldfilder ditambah Gabriel Jesus yang turun dari depan ke belakang. Berarti terjadi 3+DMF+Jesus v 1.

Kredit video : @ScarletVinsomke

Juru pinalti jatuh pada Bruno Fernandes. Cara menandang pemain asal Portugal tidak menggunakan teknik Hop. Pasalnya, Ederson Moraes salah satu kiper yang mampu menggagalkan tendangan pinalti Jorginho, notabene Bruno dan Jorginho memiliki cara sama dalam melakukan tendangan pinalti. Namun, Bruno tidak selalu melakukan teknik tendangan ini sementara Jorginho selalu menggunakan teknik ini.

Selepas gol pertama tekanan yang dilakukan oleh Manchester United tidak mengendur. Terlihat dalam statistik, PPDA yang dilakukan The Citizen sebanyak 11 berbanding 8 yang dilakukan oleh The Red Devils. PPDA ini memberikan gambaran bahwa intensitas pressing yang dilakukan untuk mengukur intensitas yang dilakukan sebuah tim terhadap tim lawan. Artinya, pressing yang dilakukan oleh Manchester United tidak bisa dianggap sebelah mata.

Taktik Pep untuk memaksimalkan peran Joao Cancelo untuk melakukan umpan ke arah sayap sebagaimana representasi inverted full back. Peran yang dilakukan oleh Joao Cancelo membuat dirinya sejajar dengan Rodri sebagai gelandang dan full-back  menjadi tiga pemain John Stones-Ruben Diaz- Zichenko di kiri. Kreasi Pep melalui interved full back direspon oleh Ole dengan melakukan pressing terhadap Rodri dan Cancelo oleh Bruno/Marcus dan Scott McTominay/Fred. Tugas kedua gelandang bertahan The Red Devils cukup baik dikarenakan memotong umpan-umpan dan menutup ruang untuk melakukan kreasi. Sehingga build up dari Manchester City tersendat dari first line ke second line.

Taktik ini membuka mata kepada setiap klub yang akan berhadapan dengan Manchester City bahwa formasi Pep Guardiola bisa dieliminasi melalui sisi kanan saat menerapkan inverted full-back. Saat penyerangan dilakukan di sisi kanan Manchester City yang dihuni oleh Joao Cancelo akan terlambat untuk melakukan pressing sehingga mampu bisa membentuk 2v1.

Proses gol kedua pun bisa melalui build up yang dilakukan oleh Henderson mengumpan ke arah Luke Shaw. Saat bola dikuasai, Joao Cancelo terpancing untuk melakukan pressing. Kecepatan dan kemampuan untuk menusuk ke arah kotak pinalti yang dilakukan oleh Luke Sha. Mengeliminasi Joao Cancelo dan Kevin De Bruyne yang mencoba menahan laju Luke Shaw namun terlalu jauh sehingga bola sangat mudah di umpan ke Marcus Rashford lalu di umpan kembali dan dikonversi menjadi gol.

Kolaborasi kecepatan Luke Shaw dan Marchus Rasford di sisi kanan pertahanan Manchester City cukup merepotkan. Statistik whoscored.com, mencatat selama pertandingan serangan dilakukan melalui sisi kanan pertahanan sejumlah 45%. Hal ini pun menegaskan bahwa antisipasi interverted full-back serta melakukan penyerangan melalui sisi kiri adalah hal sangat efektif

Upaya yang dilakukan oleh Luke Shaw membawa ingatan saat ia bermain di Southampton dan awal di Manchester United sebelum cedera patah tulang. Luke Shaw sempat trauma setelah cedera parah, namun man management yang dilakukan oleh Ole Gunnar Solksjaer berhasil mengangkat performanya kembali.

Eksplorasi Sisi Kanan

Berbanding terbalik dengan Manchester City yang melakukan penyerangan melalui sisi kanan pertahahan Manchester United. Presentase sebanyak 43% tidak mampu berbuah gol dan kemampuan Aron Wan Bissaka untuk meredam penetrasi yang dilakukan oleh Raheem Sterling, Kevin De Bruyne dan Zichenko.

Sisi serang kedua tim melalui pertahanan sisi kanan direspon dengan berbeda. Jika pemain wing-back kanan Manchester City  Joao Cancelo/Kyle Walker tidak dominan di posisi asalnya, sementara Aoron Wan Bissaka secara akumulatif wilayah operasinya berada di sisi kanan untuk mengatisipasi serangan yang dilakukan oleh Manchester City.

Berbanding terbalik dengan Manchester City yang melakukan penyerangan melalui sisi kanan pertahahan Manchester United. Presentase sebanyak 43% tidak mampu berbuah gol dan kemampuan Aron Wan Bissaka untuk meredam penetrasi yang dilakukan oleh Raheem Sterling, Kevin De Bruyne dan Zichenko.  Sisi serang kedua tim melalui pertahanan sisi kanan direspon dengan berbeda. Jika pemain wing-back kanan Manchester City  Joao Cancelo/Kyle Walker tidak dominan di posisi asalnya, sementara Aoron Wan Bissaka secara akumulatif wilayah operasinya berada di sisi kanan untuk mengatisipasi serangan yang dilakukan oleh Manchester City.

Kemenangan skuat Ole di Etihad Stadium menjadi menegaskan bahwa Manchester United sudah menang tiga kali beruntun di kandang The Citizen. Bagi Pep Guardiola kekalahan ini juga memperburuk rekornya saat bersua Ole hanya menang 3 kali dan 4 kali kekalahan.

Kekalahan bukan sekadar memangkas jarak poin antara penghuni klasmen peringkat satu dengan dua. Sebab kekalahan The Citizen akan jadi ingatan bagi Manchunian di seantero jagad raya.