Mon. Dec 6th, 2021

İlkay Gündoğan Belum Habis

İlkay Gündoğan Belum Habis

İlkay Gündoğan

Oleh: Rais (Redaktur marjinbola.com)

Raut muka İlkay Gündoğan kecewa melihat sepakan penaltinya melayang di atas gawang Alisson Becker di menit 37. Pemain asal Jerman itu tak lantas putus asa, pada menit 49 dan 73 ia mampu mencetak gol yang menjadikan rekor individu. Sepanjang karir menjadi pesepakbola, baru musim ini ia mengoleksi lebih dari 10 gol untuk satu musim di segala kompetisi.

Penampilan impresifnya di Stadion Andfield diganjar menjadi pemain terbaik pada pertandingan Liverpool vs Manchester City. Data dari Whoscored mencatat, bahwa pemain kelahiran  Gelsenkirchen, berhasil melepaskan tiga tembakan yang dua di antaranya mencapai target. Ia juga berhasil membukukan 58 operan dengan akurasi 86 persen dan melakukan sentuhan terhadap bola sebanyak 73 kali.

Penampilan impresif İlkay Gündoğan di lini tengah cukup memberikan rasa lega bagi Pep Guardiola. Pasalnya, Kevin De Bruyne harus menepi selama enam pekan dikarenakan  mengalami masalah otot pada kaki kirinya yang. Cedera itu dideritanya saat setelah timnya meraih kemenangan 2-0 pada atas Aston Villa pada 21 Januari 2021.

Pemain yang resmi bergabung ke Manchester City sejak 1 Juli 2016. Satu slot gelandang di skuat The Citizen menjadi miliknya. Transfrmarkt mencatat permainan İlkay Gündoğan telah memainkan 188 pertandingan. Daerah operasinya  berada di central midfielder, defensive midfielder, left midfield. Peranan gelandang berusia 30 di bawah Pep Guardiola mampu menjadi gelandang bertahan dan box to box serta kelebihannya dribel serta passing yang akurat.

“Dia luar biasa. Dia (İlkay Gündoğan ) adalah salah satu rekrutan terbaik dalam sejarah klub ini (Manchester City,” tutur Pep Guardiola

Bukan tanpa alasan Guardiola memngatakan kepada mantan pemain Borussia Dortmund sebagai rekrutan terbaik. Dalam permainan The Citizen  yang mengandalkan passing pendek dan kecepatan, Pemain sederhana seperti İlkay Gündoğan menjadi pawang sebuah mesin atraktif ala Guardiola tetap terisi minyak pelumas sehingga pergerakan bebas itu akan tetap lancar. Hal itu terbubuh dalam data whoschored selama lima musim terakhir pass success rate pemain ini selalu di atas 90%.

Kemampuan moncer di atas lapangan sekaliber İlkay Gündoğan tidak selamanya seimbang dengan perjalanan hidupnya. Saat ia diwawancarai oleh Arab News menyatakan pernah merasa insecure pasca dicemooh oleh fans Timnas Jerman karena melaku foto bersama Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdoğan bersama gelandang Arsenal, Mesut Özil sebelum perhelatan Piala Dunia 2018. Dalam jersey yang ia berikan kepada Erdoğan bertuliskan bahasa Turki yang berarti “Presiden Saya”

Tindakan itu memberikan efek terhadap publik Jerman, politisi hingga petinggi Federasi Sepak Bola Jerman mengecamp tindakn tersebut. Kecaman itu berujung pada cemoohan dirinya saat menjalani partai Jerman melawan Arab Saudi pada 9 Juni 2019. Efek domino dari perilaku dirinya justru membuat dirinya insecure sebagai warga Jerman yang notabene sebagai imigran dan mukmin.

Pasalnya İlkay Gündoğan tahu dirinya dibesarkan oleh lingkungan imigran. Kehidupan menjadi seorang harus memberikan contoh terhadap generasi selanjutnya. Baginya pencapaian finasial dan karir dalam hidupnya merupakan pengaruh dari lingkungannya sejak kecil untuk selalu bekerja kerjas.

“Remaja muda muslim di Jerman membutuhkan satu panutan untuk menggapai target hidup mereka,’ tuturnya.  

“Pelumas” Taktik Guardiola

Namanya memang tidak seterkenal Sergio Kun Aguero, David Silva, Vicent Kompany, atau Kevin De Bruyne. Namun kemampuan di atas lapangan hijau, kualitas mantan pemain FC Nürnberg ini bicara. Sebab kebahagiaanya bukan menyaingi nama-nama di atas melainkan  merasa bahagia jika telah menyelesaikan pertandingan ke pertandingan lainnya.

“Ketika saya meninggalkan lapangan pasca peluit akhir. Saya merasa telah bermain sebaik-baiknya. Bangga dengan apa yang telah saya lakukan di lapangan, itulah poin yang saya rasa nyaman. Bukan persoalan dalam mencetak satu gol dan tujuan apapun,” ungkapnya.

Meskipun untuk urusan mencetak gol sangatlah seret untuk İlkay Gündoğan. Namun ia tidak lekas putus asa dan berpangku tangan. Saat mendapatkan kesempata bermain oleh pelatih, dirinya akan memaksimalkan kemampuannya saat bertanding. “Anda membutuhkan pemain yang mencetak gol, tapi itu bukan sesuatu yang saya kenali. Jelas, ketika saya memiliki kesempatan untuk mencetak gol, saya akan mencoba, “

Posisi İlkay Gündoğan di Machester City sebagai gelandang yang aktif mencari ruang. Tugasnya sebagai gelandang bertahan

Saat memerankan pemain nomor 10 sebagai driving mieldfilder İlkay Gündoğan. Bermain di area operasi belakang striker tunggal. Sering melakukan umpan yang menusuk kea rah lawan, sekaligus membuka ruang di dalam kotak penalti. Kemampuan untuk melakukan umpan serta melepaskan tembakan langsung ke arah gawang. Sosok eksepsional di mata Guardiola ini mampu menjadi metronome dalam membangun serangan dari belakang.

Kelebihan Ilkay Gundogan dalam melakukan serangan memang berbanding terbalik saat melakukan pertahanan karena tidak memiliki kekuatan fisik mumpuni, tapi ngotot saat duel dalam perebutan bola. Tipikal bertahan yang diperankan Ilkay Gundogan dan Fernandinho memang memiliki tipikal berbeda. Rodri menjadi pemain yang memiliki gaya hampir mirip dengan Gundogan namun diposisi sebagai defensive midfielder.

Guardiola beruntung memiliki gelandag di usia kepala tiga masih memiliki kemampuan umpan yang ciamik. Sang pemain eksepsional ini tak kini tak sekadar melakukan umpan dan memulai serangan dari belakang. Dua gol ke gawang Liverpool menjadi bukti jika Ilkay Gundoga belum habis dan masih akan terus menambah jumlah golnya.