Sun. Oct 25th, 2020

Marjin Bola

More than football

Mental City Turun dan Pep (akan) Mengangkatnya

3 min read

Oleh : Rais (Mahasiswa UIN Walisongo)

Kekalahan Manchester City di laga boxing daysaat menjamu Liechester City di Etihad Stadium, Kamis (26/12) waktu setempat.

The Citizen sempat unggul melalui gol Bernardo Silva di menit 14. Umpan Sergio Kun Aguero berhasil dikonversi menjadi gol. Dilansir Opta, capaian gelandang berkebangsaan Portugal sejauh 18 laga bersama Manchester City terlibat dalam sembilan gol, empat diantaranya berupa assist.

Catatan ciamik Bernardo Silva, belum bisa mengangkat tim asal Kota Manchester. Marc Albrigthon berhasil menyamakan kedudukan di menit 19. Umpan silang Jamie Vardy berhasil ditanduk oleh pria berkebangsaan Inggris itu.

Tidak sampai disitu, Manchester City seperti kehilangan tajinya di bulan Desember. Ricardo Pereira kembali memaksa Ederson Moraes memungut bola dari gawangnya sendiri pada menit 81. Bola liar hasil tendangan sudut di depan kotak pinalti tidak bisa dijangakau oleh kiper asal Brasil.

Pasca kekalahan Manajer Manchester City, Josep “Pep” Guardiola mengkritik performa timnya yang menurun secara mental. Pep, sapaan akrabnya menilai Si Biru Langit selalu gagal mengkonversi serangan menjadi gol.

“Ini performa yang mirip seperti dalam kekalahan melawan Crystal Palace. Kami memulai dengan baik, tapi kemudian kebobolan ketika lawan untuk kali pertama masuk ke kotak penalti kami. Secara mental kami kehilangan kepercayaan diri,” ujar Pep, seperti dikutip BBC Sports.

Kritik ini wajar disampaikan oleh Pep, pasalnya The Citizen belum bisa bangkit dari hasil minus di Liga Inggris. Pasca kekalahan 1-3 saat menjamu klub papan tengah, Crystal Palace. Hasil ini membawa klub asuhan Pep merelakan posisi dua diambil alih Totehan Hotspur.

 

The Lilywhiteyang memperoleh 45 poin dari hasil positif saat menjamu Bournemouth di Totenham Hotspur Stadium dengan skor 5-0. Selisih dengan pemuncak klasmen, Liverpool menjadi 6 poin setelah Si Merah menghempaskan perlawanan Newcastle United empat gol tanpa balas di Anfield Stadium.

Berdasarkan catatan Opta, kekalahan ini pun memperpanjang rekor Pep di Bulan Desember saat menukangi klub asal Manchester selalu kalah dari klub asal Kota Liechester City yang ia peroleh di tahun 2016 pada bulan yang sama.

Kritik yang dilontarkan oleh Pep berkaitan dengan menurunnya mental Manchester City ketika lawan berada di depan kotak pinalti mereka digambarkan melalu gol Ricardo Pereira  dan Andros Towsend di laga sebelumnya.

“Pep” Bangunkan City !

 

Kekalah ketiga di paruh musim jelas bukan The Citizen sebagai penganjur sepak bola menyerang pasca ditangai oleh pelatih plontos asal Spanyol. Back to back juara Liga jelas bukan perkara mudah namun perlu diperjuangkan.

“Kami harus menerimanya, kami harus menyadari bahwa kami harus kembali kerja keras, dan mencoba untuk meraih hasil bagus agar mendapatkan kembali kepercayaan diri.

“Apakah kami Khawatir? Tentu kami khawatir, hasil selalu dihitung, kami kalah. Dalam empat hari kami kebobolan. Namun kami selalu bersama, kami akan bekerja lebih keras, dan kami akan kembali dengan hasil yang baik. Musim masih panjang dan kami harus berjuang,” pungkasnya bijak dikutip dari BBC.

Pep bukanlah tipikal pelatih yang menyerahkan hasil pertandingan tanpa taktit. Raihan fantastis di musim lalu menjadi cerminan bahwa Manchester City bisa menghadapi pekan ke-20 melawat ke St’ Marry Stadium.

Catatan ciamik The Citizen melawan Southampton selalu menang di tiga laga terkahir dengan skor 1-2, 0-1, dan 6-1. Kemenangan ini akan memperkecil jarak dengan pemuncak klasmen yang sangat bernafsu untuk mengembalikan trofi juara EPL setelah lama hinggap di Kota Manchester dan London.

Keberanian “Pep” untuk merotasi pemain menjadi penting, pasalnya Si Biru Langit masih harus melakoni parta-partai di Piala Carabao, Piala FA, dan Liga Champion. Memasang pemain-pemain muda sekaliber Phil Foden dan Oleksandr Zhicenko sebelum-sebelumnya adalah pilihan terbaik untuk melewati masa-masa penyisihan Piala FA.

Bukan tidak mungkin Pep akan mengulangi masa kejayaanya di Barcelona dengan threble winner. Agar menghilangkan stigma klub “instan” mulai luntur. Bukan begitu, Pep ?