Fri. Oct 23rd, 2020

Marjin Bola

More than football

Pujian Pep Guardiola untuk (Calon) Permata Inggris

3 min read
Pujian Pep Guardiola untuk (Calon) Permata Inggris

kredit foto : en.as.com

Oleh : Rais (Mahasiswa UIN Walisongo)

Gol pertama Phil  Foden di musin ini ke gawang Rotherham United di Piala FA tuai pujian dari Pep Guardiola.

”Hari ini dia (Foden) ada di sana dan gerakannya luar biasa. Itu adalah 90 menit untuk pengalaman dan kepercayaan dirinya, tetapi tentu saja dia harus meningkatkan kualitas,” ujar Guardiola, seperti dilansir laman resmi klub, Senin (7/1).

Pemain berusia 18 tahun ini sudah dipagari oleh Pep. Pasalnya, ia tahu betul klub-klub di luar sana akan merayu Phil Foden dengan iming-iming menit bermain.

“Tidak mungkin. Mustahil. Dia akan bertahan bersama kami selama bertahun-tahun,” jawab Guardiola ketika ditanya soal kemungkinan peminjaman Foden seperti dikutip laman resmi klub.

Meski musim ini, pemain U-19 Timnas Inggris baru mendapat kesempatan 8 kali bermain.
Catatan transfermarkt musim lalu, pemain kelahiran Stockport  telah tampil di Timnas Inggris sebanyak 10 lain. Waktu yang ia dapatkan lebih  dari 300 menit dengan rataan terbanyak dicatat di Liga Champions, 194 menit dari tiga laga atau rata-rata sekitar 60 menit.

Phil Foden, Brahim Diaz (telah pindah ke Real Madrid), Oleksandr Zinchenko, Lukas Nmencha, dan Patrick Roberts. Nama-nama belia di bangku hangat The Citizen.

Meski kerap kali dipasang di laga-laga yang tidak menentukan. Phil Foden terus memperbaiki performanya. Pasalnya ia harus bersaing dengan David Silva, Kevin De Bruyne, Ilkay Guendogan, dan Bernardo Silva.

Pengalaman pemain dengan tinggi 1,7 meter berhasil  membawa Timnas Inggris U-17 menjuarai Piala Dunia U-17. Sang lawan, Tim Matador dijungkalkan dengan skor 5-2.

Seperti durian runtuh, Phil Foden diganjar menjadi pemain terbaik pada turnamen tersebut.
Tak hanya kemenangan, Foden juga pernah gigit jari karena Final Piala Eropa U-17 harus jatuh ke Timnas Spanyol . Setelah menang lewat adu penalti.

Debutnya bersama The Citizen di Liga Champion saat melawan Hofenhim berhasil tampil memukau.
Statistik WhoScored, “permata Inggris” (sebutan : Pep Guardiola) berhasil melepas empat tembakan, satu tekel dan melakukan 81 persen umpan sukses sepanjang 90 menit. Meski di laga terkahir penyisihan terakhir Liga Champion, dua gol City diceploskan oleh Leroy Sane di menit 45 dan 61. Namun, sinar Phil Foden tidak redup di partai pertamanya.

Proyek Jangka Panjang
Usia Foden yang masih 18 tahun merupakan asset besar bagi Manchester City di musim-musin mendatang. Pasalnya City tidak hanya bergantung kepada geladang-gelandang sekaliber Kevin De Bruyne, Ilkay Guendogan, dan David Silva yang mulai di makan usia.

Pep, paham betul bagaimana akademi di sebuah klub dapat membantu mendirikan fondasi permainan sebuah klub. Pengalamannya menjadi pemain Barcelona sekaligus alumnus La Massia. Kejelian Pep mengeksplorasi alumnus semacam Lionel Messi, Sergio Busquets, dan Jordi Alba  bertransformasi menjadi pemain yang cukup disegani lawan dengan teknik tinggi.

Phil Foden,Brahim Diaz (telah pindah ke Real Madrid), Oleksandr Zinchenko, Lukas Nmencha, dan Patrick Roberts. Nama-nama ini harus diberikan menit bermain oleh Pep. Kepercayaan diri akan terbangun oleh setiap anak muda yang diberikan waktu bermain oleh sang pelatih. Menit bermain juga berpengaruh terhadap akumulasi pengalaman menghadapi permasalahan yang kadang kala tak terdefinisikan di dalam ruang ganti.

Memupuk mental bermain di kala-kala partai menentukan juga patut di coba. Tidak ada salahnya ketika Manchester City menaruh pemain-pemain dalam partai-partai krusial. Meski pun mengambil resiko, namun mental pemain akan terlatih ketika dihadapkan pada laga-laga  penentu. Misalnya, menurunkan Phil Foden pada ajang Comunnity Shield  melawan Chelsea di awal musim.

Manajemen pun harus bersiap-siap memagari pemain yang dilirik oleh klub-klub yang ingin memberi kenyamanan lebih. Rayuan uang hingga fasilitas pasti akan berdatangan tiap waktu. Fans The Citizen  harus memberikan kenyaman pemain muda ini di Etihad Stadium. Tetap bersorak di kala suka maupun duka dan memberi apresiasi pada sumbangsihnya terhadap klub.

Kemunculan pemain-pemain muda di klub semegah City, setidaknya mengikis anggapan “klub instan” pasca di beli oleh juragan asal Timur Tengah, Sheikh Mansour Zayed  Al Nahyan.
Pep, melatih Manchester City tak hanya melatih ia juga membangun masa depan The Citizen melalui bakat-bakat pemain mudanya.