Tue. Oct 27th, 2020

Marjin Bola

More than football

“Jack The Giant Killer” bernama Wolverhampton

4 min read

kredit : besthqwallpapers.com

Oleh : Rais (Mahasiswa UIN Walisongo)

Kemenangan 1-3 Wolverhampton Wanderes kala melawat ke kandang Totenham Hotspur. Hasil ini menegaskan tim yang kini menghuni klasmen 7 berhasil merepotkan jajaran klub The Big Six.    Manchester City, Manchester United, Arsenal, dan Chelsea  juga berhasil direpotkan oleh tim ini. The Wolves dari klub semenjana berhasil  menjadi “Jack The Giant Killer”-nya Liga Inggris musim ini. Siapa dalangnya ?   Juru taktik asal Portugal, Nuno Espirito Santos diibaratkan dalam film Jack The Giant Slayer adalah Jack.

Di tengah pemerintahan King Arthur, banyak masyarakat yang resah karena sering diganggu Cormoran, si raksasa jahat. Kecerdikan Jack melumpuhkan raksasa melalui jebakan yang telah dibuat matang-matang.

Ia menyiapkan sebuah lubang besar di dekat gua tempat tinggal Cormoran. Setelah itu, ia memancing Cormoran keluar dari gua dan membuatnya marah. Raksasa itu pun jatuh ke dalam lubang yang dibuat Jack, dan mati setelah kepalanya dipukul keras-keras oleh Jack.  

Naskah film yang di tulis oleh Christopher McQuarrie, Darren Lemke dan Dan Studney. sebelumnya diberi judul Jack The Giant Killer adalah sebuah film aksi fantasi diangkat dari dongeng terkenal Jack and the Beanstalk dan Jack the Giant Killer.   

Atas capaianya Jack dihadiahi pedang dengan sabuk betuliskan emas. Ia menjadi sosok penting dalam menumpaskan kejahatan. Nasib mujurnya berlanjut, King Arthur menitahkan seorang bangsawan agar mempersunting putrinya dengan Jack sebagai ucapan terima kasih.   Wolverhampton tidak asing dengan liga papan atas Inggris.

Tercatat musim 2009/2010 hingga 2011/2012, mereka mampu bermain di kasta tertinggi sepak bola Inggris, namun di musim 2012/2013, mereka benar-benar terpuruk di Divisi Championship, hingga terdegradasi kembali ke League One, kompetisi kasta ketiga Liga Inggris.  

Untungnya, mereka mampu kembali ke Divisi Championship di musim berikutnya, meskipun tak pernah beranjak dari papan tengah klasemen. Hingga akhirnya, di musim 2017/2018 ini, datanglah Nuno Espirito Santo dan beberapa orang Portugal  pada14 April 2018 memastikan lolos ke Liga Premier Inggris.  The Lilywhite bukan tim papan atas pertama yang ditaklukkan Wolves. Sebelumnya, mereka menang 2-1 atas juara dua musim lalu, Chelsea.

Mereka juga sukses curi satu angka dari Manchester City, Manchester United, dan Arsenal. Hanya sang pemuncak klasemen, Liverpool, yang gagal mereka taklukkan. Hebatnya, semua itu dilakukan Wolves dengan status mereka sebagai tim promosi.  

Menanti Tuah Nuno Esprinto

  Jack dalam menaklukan Cormoran bukan tanpa taktik jitu. Melumpuhkan raksasa dan  kerasnya EPL membutuhkan soliditas manajemen dan pemain dalam mengarungi musim pertama di liga teratas Negeri Ratu Elizabeth.   Rapor mentereng Nuno sebelum menangani klub asal Distrik West Midlands, Inggris dengan populasi 252.000 jiwa. Karirnya di awali menjadi pelatih penjaga gawang di Malaga selama 4 bulan dan berlanjut di Panathinaikos selama dua tahun.

  Rio Ave di tahun 2012/2013 meminangnya sebagai pelatih kepala. Nuno berhasil membawa klub yang bermarkas di Estadio de Rio Ave duduk di peringkat kedua Liga Portugal dan menembus Final Piala Portugal di musim 2015/2016. Raihan musim terakhirnyanya membawa ia menyebrang ke Negeri Matador menukangi Klub Valencia selama 1,5 tahun.  

Karirnya bersama Los Che belum bisa membawa perubahan. Justru ia memilih pulang kampung menangani klub raksasa FC Porto selama satu musim. Meski masih belum mampu meraih trofi, namun catatan kemenangannya terus membaik, hingga jadi juara bersama Wolves; walaupun di level dua Liga Inggris.

  Aroma Selecao Des Aquinas amat kental di skuad besutan. Nama-nama seperti Roderick Miranda (Bek Tengah Rio Ave), Ze Nuno Xavier (Pemain Tengah SC Braga), Ruben Vinagre (Bek Kiri Timnas Portugal), Diogo Jota (Winger Kiri Timnas Prtugal), dan Ruben Neves (Mantan kapten FC Porto).  

Dalam mengarungi musim pertamanya Nuno juga mendatangkan pemain yang pernah merumput di Liga NOS Portugal, seperti bek tengah Willy Boly yang didatangkan dari Porto, dan penyerang asal Brasil, Leo Bonatini, yang pernah bermain di Estoril.

Kecerdikan Nuno menggunakan formasi 3-4-3 dan 5-4-1 mampu merepotkan tim-tim kuat.   Formasi 3-4-3 dengan tiga bek, empat gelandang, dan tiga striker. Aliran serang bola serangan beragam sesuai yang diinginkan oleh tim. R. Neves dan Joao Moutinho dan kedua gelandang sayap A. Traore dan Jonny menjadi motor serangan untuk mengalirkan bola ke Jota, Jimenez dan Cavaleiro.  

Keunggulan empat gelandang bisa mengalirkan ke tiga striker dan bertahan. Kemampuan A. Traore dan Jonny sebagai attacking midfielder dan wing back. Fleksibilitas ini memudahkan tim untuk menyerang sekaligus bertahan.   Karakteristik strategi ini bukan tanpa celah, konsentrasi empat gelandang dalam bertahan dan menyerang mengharuskan pemain bertahan harus bisa memposisikan diri saat menerima serangan balik.

Baik sebagai center back ataupun left/right back.   Formasi Nuno ini tentu harus dikontekskan dengan keadaan di lapangan. Hingga pekan ke -20 Liga Inggris masih bertengger di peringkat 7 klasmen dengan 29 poin. Komposisi 8 kemenangan, 7 kekalahan, dan 4 hasil imbang.  

Tiket Europa League akan menambah catatan rapor pelatih berkebangsaan Portugal jika berhasil mempertahankan Wolves di papan tengah. “Jack”  itu harus terus dipertahankan dan akan berbuah manis.                                   x