Fri. Oct 23rd, 2020

Marjin Bola

More than football

Dedikasi Pria Balkan di Tanah Priangan

4 min read
Ilustrasi gambar : Goal.com
(Manusia yang paling bahagia adalah yang bisa membuat banyak orang merasa bahagia (Jelena Radovic –istri Milan Radovic– alam karyanya Selangkah Lebih Maju Ke depan)
Oleh :Rais (Mahasiswa UIN Walisongo)
Kini sosoknya berada dipinggir lapangan 2×45 menit. Ia tak hanya mengolah bola dan eksekutor bola mati, juga memastikan skuad terbaik Maung Bandung bisa tampil ciamik. Baik tandang maupun kandang. Sosoknya, akan menemani tim kebanggaan masyarakat Bandung mengarungi Liga musim 2019. 
Kala melihat Persib Bandung berlaga di Stadion Siliwangi melawan Arema teringat memori masa lalu. Pria asal Nkicic, Montenegro dengan posisi miedfielder yang selalu membantu penyerangan dengan umpan-umpan ciamiknya. Sesekali mencetak gol melalui tendangan bebasanya. Entah, darimana agen Persib menemukan pemain dengan skill seperti dia.
41 tahun yang lalu, ia di lahirkan di kota dengan penduduk 61.700 ribu. Berdasarkan paparan Wikipedia.com kota terbesar ke-2 setelah ibu kota negara, Podgorica. Jumlah penduduk mencapai 61.700 orang mayoritas adalah orang pribumi (Montenegro). Pada tahun 300-an Masehi kota yang berasal dari nama Onogost. Nkicic merupakan produsen pembuatan bir terbesar di Montenegro yang juga memproduksi minyak di daerah Nikić Pivo.
Di musim 2011/2012 gelaran Liga Indonesia Indonesia Super League-, saya menonton di layar kaca salah satu televisi swasta nasional. Bendera bergambar wajahnya dikibarkan dari kiri-kanan secara beraturan oleh suporter Persib, Bobotoh di tribun timur dan tribun barat kelompok suporter Viking melakukan hal serupa ditengah kerumunan penonton yang menyesaki Stadion Siliwangi yang kala itu menjadi home base Persib.
Sesekali mereka (red : suporter) memanggilnya dengan sebutan Pangeran Biru. Parasnya khas orang-orang Skandinavia. Saat ia melakukan selebrasi gol sembari melempar senyum kepada suporter yang disambut dengan yel-yel penuh semangat.
Si Radovic hade pisan euy, teu eleh kualitasna mah jeung Si Yaris Riadi, Lorenzo Cabanas, Ridwan Barkouwi tutur tetangga. (Radovic sapaan akrab Miljan Radovic- main bolanya bagus sekali tidak kalah kualitasnya dengan legenda Persib seperti Yaris Riadi dan Lorenzo Cabanas).
Pria kelahiran 18 Oktober 1975 dengan tinggi tubuh mencapai 1,82 meter tidak kesulitan untuk nyetel dengan gaya permainan sepak bola di Indonesia. Saya mencoba cek di kanal You Tube hattrick-nya ke gawang Persiwa Wamena untuk mengobati kerinduanku akan pemain yang satu ini. Gol pertamanya yang merobek gawang klub asal Papua melaui tendangan bebas melengkung ke sudut gawang dengan jarak 30. Dalam laga tersebut dia memaksa penjaga gawang Persiwa untuk memungut bola dari gawangnya melalui 1 tendangan bebas dan satu bola rebound.
Di lansir oleh transfermarket istri dari Jelena Radovic itu pernah bermain untuk Nogometni Klub Smartno 1928 ( Klub Divisi 3 Slovenia ) pada musim 2004/2005. Kemudian pindah ke OFK Grbalj (Klub Liga Utama Liga Montenegro). Setelah membela klub asal negara kelahirannya ia pindah ke Mogren Budva (Klub Divisi Utama Liga Montenegro). Dalam kurun 1 tahun berikutnya di kembali ke klub asalnya, OFK Grbalj. Setelah malang melintang di klub Eropa, karirnya lantas pindah di Maung Bandung semenjak 1 September 2012 untuk mengikuti gelaran Liga Djarum musim 2012/2013.
Meskipun ia datang di usia 35 tahun ke Bandung yang sempat di isukan lemah secara fisik karena usianya . Sebagaimana Radovic kecil yang diceritakan dalam buku Selangkah Maju Ke Depan, membuktikan bahwa ia cinta terhadap sepak bola dengan meningkatkan nilai akademiknya, Miljan mampu menjawab semua keraguan warga Bobotoh. Sang Maestro fre kick terbaik yang pernah ada di Bandung, menyumbang 16 gol dengan total 47 kali menjadi starting eleven selama di bawah asuhan Drago Mamic.
Catatan manisnya berlanjut di laga derby el classico ala Indonesia melawan Persija. Ia mencatatkan namanya dalam buku sejarah kesebelasan kebanggaan urang Jawa Barat sebagai gol ke -200 yang lahir dari kaki pemain asing. Sebagaimana di lansir situs resmi persib.co.id pemain asing yang menyumbangkan gol pertamanya bagi Maung Bandung adalah Maciej Dolega (Polandia) pada gelaran Liga Indonesia IX tahun 2003 sedangka gol ke-100 dicetak oleh Rafael Alves Batos pada Indonesia Super Leagues (ISL) 2008/2009.
Persib dalam Karyanya
Selain jago bertarung di lapangan hijau, dia menuangkan pengalamannya bersama di Persib di buku yang berjudul Selangkah Lebih Maju Buku yang dituliskan oleh Jelena Radovic. Buku dengan ketebalan 74 halaman tersebut menceritakan pengalamannya dari dia kecil. Saat itu dia mencoba menutupi hobinya bermain bola karena takut diketahui oleh orang tuanya karena tidak merestuinya. Namun, masalah tersebut ia atasi dengan raihan nilai-nilai akademik yang baik. Sehingga kedua orang tuanya dapat memahami bahwa mengikuti sepak bola tidak menggangu dia mencapai prestasi akademik yang baik.
Perjalanan di Indonesia ia mulai dengan rasa yang penasaran. Kondisi cuaca Jakarta dengan negara asalnya sangat berbeda jauh. Selang satu hari mendarat di Indonesia, Radovic harus menjalani tes bersama Persib. Ia terkagum-kagum, ternyata sudah banyak penggemar klub yang di area lapangan menyaksikan tes perdananya.
Setelah hari itu hingga setengah tahun ke depan, Mlijan memberikan sebuah sentuhan apik bagi klubnya. Bahkan ia menjadi salah satu pemain asing yang dianggap gelendang yang melegenda sebagai legiun asing di Persib seperti Lorenzo Cabanas, Alehandro Tobar, Patricio Jimenez, Julio Lopez, Christian Bekamenga, Ridwan Barkoui, yang sukses memikat hati para Bobotoh.
Meskipun di akhir cerita Radovic sedikit mengernyitkan dahi karena tidak diperpanjang dengan alasan usia. Bagi saya Radovic dan berbagai rekornya telah memberikan warna bagi sejarah persepakbolaan Persib pada khsusunya dan Indonesia pada umumnya. Setelah kontraknya tidak diperpanjang oleh manajemen klub, ia pindah ke klub PBR. Sempat dikabarkan akan kembali ke Indonesia menjadi pemain ataupun pelatih salah klub Gojek Traveloka Liga Indonesia 2017. Namun itu hanya kabar burung belaka.
Warna yang diberikan oleh Radovic di Persib layaknya pelangi yang selalu ditaburi warna-warna berikutnya. Persib yang kian tahun kian matang dalam finansial yang mampu mendatangkan penari-penari lapangan hijau berkelas, seperti mantan gelandang Chelsea Michael Essien dan mantan penyerang Westham United Carlton Cole.
Tapi, jangan lupakan Si Raja Bola Mati pernah di elu-elukan suporter klub dalam bendera berukuran 20 X 20 di area penonton Stadion Siliwangi kala itu.