Mon. Dec 6th, 2021

Gula untuk Totenham, Duka Bagi Rood-witten

Gula untuk Totenham, Duka Bagi PSV Eindhoven

Oleh : Rais (Mahasiswa UIN Walisongo)

Gol ke  gawang Ederson Moraes menjadi penanda debut pertama Steven Bergwijn bersama Totenham Hotspur berujung manis. Bermain selama 78 menit oleh Jose Mourinho saat menghadapi Manchester City di Totenham Hotspur Stadium, Minggu, (2/2/2019).

Saat alenatore Jose Mourinho mendatangkan Steven Bergwijn dari PSV Eindhoven pada bursa transfer paruh musim. Ia menjanjikan akan membuat fans The Lily Whites jatuh cinta kepada penyerang sayap asal Suriname berpaspor Belanda itu.

“Tendangan voli yang tak bisa dihentikan,” tutur The Special One kepada Sky Sports.

Debut impresif pemain timnas Belanda di Liga Inggris  nampaknya harus berhenti di 12 menit sebelum pertandingan berakhir. Kakinya kram, menurut catatan whoscored.com, dalam kurun waktu 78 menit telah melakukan 12 kali sprint. Jumlah yang tidak sedikit dan penampilan impresif yang sepadang dengan 35 Juta Euro .

Penampilan ciamik pria yang memegang 9 caps timnas Belanda di klub anyarnya jelas sebuah harapan pasca ditinggal Maurio Pochettino. Klub lama Steven Bergwijn justru sedang mengalami kekendoran, apalagi pos penyerang sayap kiri ditinggalnya.

Menurut ulasan Adrianus Eduard Johanes Saerong berjudul “PSV Mempertaruhkan Tradisi dengan Menjual Bergwijn”, The Lilywhite pertama kali kepincut Bergwijn saat bersua grup B  Liga Champion pada tahun lalu.  Saat Totenham membutuhkan poin untuk melaju ke 16 besar.  Saat pertandingan memasuki menit ke-80, Bergwijn berhasil mengecoh pemain belakang Toby Alderweirld. Lantas Bergwijn mengirim umpat matang ke Donyell Malen. Sayang peluang ema situ gagal bersarang di gawang Paulo Gazzaniga.

Masih dalam tulisan yang sama, hingga tengah musim, PSV Eindhoven masih bercokol di peringkat lima. Sebagai salah tiga raksasa di Eradivisi, PSV Eindhoven langganan masuk babak play-off Liga Champion pada lima tahun terakhir. Hal tentu bukan tanpa sebab, tradisi PSV selama bertahun-tahun mempertahankan pemain yang menonjol seperti Memphis Depay  saat pindah ke Manchester United di Juli 2015. Sekaligus Hirving Lozano pada Agustus 2019.  

Berposisi sebagai Forward Left, selama bermain untuk PSV Eindhoven, pemain berusia 22 tahun itu telah berlaga sebanyak 16 kali dengan total 5 gol dan 10 asiss.  Rata-rata tembakan 2,3 per game dan memiliki akurasi passing 87,7%.

Adrianus menambahkan, Bergwijn menjadi pemain yang paling efektif setelah duo Ajax, Dusan Tadic dan Hakim Ziyech. Sementara pada musim 2018/2019 efektifitas membaik jadi satu gol per 110 menit. Mungkin tidak bisa memuaskan membandingkan satu musim, data di pertengahan kompetisi. Gambaran ini dapat memberikan kepada public bahwa PSV sangat bergantung kepada Bergwijn.

Laga bertajuk “De Topper” melawan Ajax Amsterdam pada 2 Februari yang berakhir 1-0 di Amsterdam Arena. Statistik pertandingan sangat mencolok, Ajax berhasil melesatkan 7 gol berbanding 1. Dengan penguasaan bola dengan prosentase 59% melawan 41%.

Laga “De Topeer” ini menjadi  alarm bagi klub asuhan  Ernest Faber untuk segera mencari pengganti sepadan Bergwijn.  Jika tak segera, Rood-witten akan tersingkir dari empat besar dan tidak bisa bermain di kancah tertinggi Eropa. Tentu ini menjadi catatan buruk bagi klub yang bermarkas di Brabant Utara.

Pujian Mourinho

Dalam pertandingan malam tadi Steven Bergwijm berhasil melakukan melesatkan passing 71 %. Selama 77 menit, ia melakukan 32 sentuhan. Satu-satunya tendangan yang ia lakukan ke gawang Ederson Moraes justru berbuah gol.

Menurut heat map yang diambil dari whoscored.com, berikut area pergerakan Steven Bergwijm

kredit : whoscored.com

Pergerakan Steven Bergwijn berdasarkan catatan whoscored, sangat dominan di sisi kiri pertahanan Manchester City. Seperti kita ketahui bahwa area itu dijaga oleh bek kanan The Citizen Kyle Walker.  Dalam video yang berdurasi dua menit,  Steven Bergwijn terlihat berhasil mengeksploitasi sisi kanan The Citizens. Kemampuan menyerang yang dimiliki oleh pria berpostur 177, sama baiknya saat bertahan di sebelah kiri  dengan Japhet Tanganga

Jose Mourinho tak segan memuji mantan akademi ASC Waterw Youth dihadapan para reporter yang menanyakan performa debutnya.

“Kami berusaha secepat mungkin memberi pemahaman taktik untuk dia (Steven Bergwijn). Kami ingin melihat dia tampil bagus dan dibuktikan saat berhadapan dengan lawan yang sulit seperti Kyle Walker,“ tuturnya.

Steven Bergwijn yang memiliki keunggulan pada daya gedor dan kecepatan, tampaknya Jose Mourinho yang memiliki tipikal bertahan lalu menggunakan sistem serangan balik cepat sangatlah cocok dengan kedatangan pemain asal Suriname ini. Sedangkan, posisi penyerang sayap kiri yang sebelumnya sering diisi bergantian antara Son Heu Ming dan Delle Ali bisa memilih pos attacking miedfilder dan penyerang sayap kanan.

Kecepatan Steven Bergwijn jikalau mampun dimaksimalkan oleh Jose Mourinho dalam 13 laga terakhir . Bukan perkara mustahil bisa klub London itu bertahan di klub .

Deretan pemain forward left yang berhasil diramu oleh Jose Mourinho di klub-klub sebelumnya. Martial (MU), Gareth Bale (Madrid), Maicon (Inter Milan). Mourinho dengan formasi andalan 4-2-3-1 tentu sangat mengandalkan Hary Kane yang tengah bergelut dengan cedera. Kedatangan Steven Bergwijn yang mampu tampil gemilang di laga pertama, misa memudahkan kerja Son Heung-min dan Delle Ali berfungsi sebagai kreator utama di tengah sayap kanan memiliki banyak opsi, Lucas Moura, Son Heung-min,

Tak hanya dikenal sebagai “Bapak Parkir Bus”, saat Mourinho menukangi Los Galaticos  ia berhasil meracik klub yang tampil ofensis dengan mengerahkan trio BBC.  

Dengan keadaan ini The Special One akan sangat diberikan keleluasan untuk meracik tim. Pasca mengganti Pochetino, beban berat yang meghampiri Mourinho jelas bukan isapan jempol belaka. Statusnya sebagai finalis Liga Champion di musim lalu menjadi alarm  yang mengharuskan Mourinho tidak  tenang tenang saja.

Liga Inggris bukanlah liga yang asing bagi dirinya. Membangun Chelsea bersama Roman Abrahamovic pergi ke Inter Milan- Real Madrid lalu kembali ke tanah Britanian melatih The Blues. Meski berakhir tidak menyenangkan bagi The Special One kembali ke Stanford Bridge untuk kali kedua. Mengharuskan ia hengkan dan pindah ke Old Traford menukangi Setan Merah yang berujung pemecatan.

Mourinho dan sensasional seperti pasangan kembar. Ibarat kata No Mourinho No Party. Kelihaian melakukan psy war sebelum pertandingan bukan saja ditunggu publik melainkan keahliannya menjungkalkan klub-klub papan atas Inggris.

Kalau Mourinho menyebut Steven  Brigwijn gula, maka penulis penyebut Mourinho pengaduknya. Gula akan menyenangkan banyak orang jika pas adukannya. Jika tidak, pelatih asal Portugal itu memang sedang tidak mujur mengaduk Steven Bergwijn sebagaimana menggunakan Romelu Lukaku di Manchester United.

Mourinho bilang Bergwijn ibarat “gula” yang datang di Totenham Hotspur Stadium. Ada “Gula” di Totenham, Ada Luka di Rood-witten.