Sun. Oct 25th, 2020

Marjin Bola

More than football

Mengapa Strategi Sarri Tak Bertaji ?

4 min read
Sumber ilustrasi : Akurat.com

Oleh :  Reza Junaidi Ma’ruf (@dostamboer)

Maruzio Sarri dengan strategi andalanya, yakni sebutan Sarriball terlihat menawan. Permainan cepat, kombinasi one-two touch, dan dipadukan dengan kecerdasan possitioningbegitu mengerikan, sampai akhirnya terlihat sangat lemah. Banyak kelebihanya namun tak sedikit juga kelemahanya.
Ya, seperti itulah taktik, semua taktik memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun apa yang membuat SarriBall “tak laku lagi” di pasar strategi tahan Inggris? Mungkin akan sedikit rumit, karena SarriBall memperhatikan setiap detil permainan. Mulai dari passing, possesioning, hingga running.

   SarriBall memfokuskan permainan pada passing, tak terlalu beda dengan tiki-taka. Jika tiki-taka adalah umpan pendek satu-dua yang membentuk segitiga namum agak lambat, maka SarrBall adalah umpan satu-dua dengan kecepatan yang medium bahkan suatu saat bisa dengan sangat cepat, dan disertai pressing ketat.

 Ini yang menjadi titik lemah SarriBall di Chelsea, ketika membangun serangan. Strategi ini build up seranganya dimulai dari pemain paling belakang (penjaga gawang dan  defender) bek dan sang kiper diwajibkan memiliki kemampuan passingyang baik. Saat memulai serangan  kedua bek sayap mereka maju di sepertiga lapangan guna menyuport pergerakan winger-winger mereka, dan seketika itu terdapan ruang yang terbuka di sisi lapangan pertahanan mereka. Ini yang menjadi titik lemah pertama.

Kedua, Sarri cenderung mengandalkan 3 pemain mereka, yaitu Hazard, Jorginho, dan si murah senyum Kante.

1. Eden Hazard.
   Hazard yang sudah sahih kemampuanya diplot untuk menjadi tumpuan lini serang Chelsea, ya, Hazard memang hebat dalam posisi saat ini sebagai winger dan playmaker, namun gesekan antara ia dan Sarri menjadi salah satu faktor mengapa Chelsea tak sehebat awal musim ini.

Hazard memang dikenal sering berseteru dengan para managernya di Chelsea. Ambil contoh Mourinho musim lalu. Akhirnya Hazard “menang” dan Mourinho yang tersingkir. Walaupun sering berseteru, namun Hazard adalah seorang yang profesional di dalam lapangan, ia selalu 100% untuk Chelsea, dan permainanya pun bisa dibilang konsisten, hanya waktu-waktu tertentu yang membuat permainanya menurun, dan itu tidak berpengaruh bahwa Hazard adalah pemain hebat.

Kembali ke strategi. Chelsea terlalu bergantung padanya saat penyerangan, dan benar saja, sepakbola adalah permainan tim dan tak bisa mengandalkan satu orang saja, memang betul dialah yang menguasai lapangan, namun bila tak ada sokongan maka akan buyar. Bisa dibilang Chelsea sekarang Hazardsentris.

2. Jorginho
Jorginho yang didatangkan dari napoli memberikan warna baru pada lini tengah Chelsea, ia seolah-olah menjadi poros permainan Chelsea, Jorginho telah melepaskan 2000 passing bahkan lebih namun tak satupun yang menjadi assistdalam 2000 umpanya.

Ini adalah catatan positif dan negatif bagi Chelsea, terlebih untuk Jorginho. Positifnya adalah, Chelsea menguasai permainan dan itu baik bagi sebuah tim untuk bisa menang, namun negatifnya, Jorginho seakan tak berperan dalam permainan Chelsea. Ini yang harus dibenahi Sarri musim ini, sebelum ia terkena amukan Abramovic. Jorginho jadi poros permainan Chelsea, dan ia harus membuktikan bahwa ia layak di lini tengah Chelsea.

3. Kante
  Ini yang menjadi pusat perhatian permainan Chelsea, Kante ditaruh diperan barunya, ia yang dulu berperan sebagai tukang bersih-bersih dan beroperasi didepan bek, sekarang lebih ditaruh di depan seolah-olah sebagai gelandang serang. Dan posisi bekasnya diambil oleh Jorginho yang juga berperan dalam.menjaga kedalaman. Terlihat aneh bila Kante berkeliaran di depan kotak penalti lawan, dan merangsak masuk untuk menciptakan peluang.

   Namun mengapa? Mengapa tak memasang Ross Barkley atau Loftus Cheek di gelandang serang? Mungkin jawabanya adalah soal fisik dan totalitas. Ya kante adalah pemain yang siap “bunuh diri”. Ia rela melakukan apapun bahkan naik turun sepanjang pertandingan untuk timnya, dan demi timnya. Ia mrmiliki dobel job di Chelsea saat ini, sebagai gelandang serang dan tugas lawasnya sebagai tukang bersih-bersih. Namun dengan catatan bila Jorginho tak sanggup.

   Bukan rahasia umum lagi bila pemain dobel job ada yang bersinar dan ada yang meredup. Memang Kante memiliki fisik yang baik fibalik badanya yang mini, namun tugas yang diembanya sangat berat, ia harus naik turun lapangan dan ia terlihat sangat kelelahan. Namun Kante tetaplah kante, naim turun pun tak masalah asalkan timnya menang.

   Dan masalah yang timbul akibat peran barunya adalah, ia kecewa karena timnya kalah, dan ia kehilangan “kekasihnya” yaitu posisi gelandang bertahan. Bisa kita lihat berapa lama Kante dengan peran barunya akan bertahan.

Strategi yang kaku.
   Sarriball adalah strategi umpan-pendek kombinasi, namun terlihat tak ada kreatifitas didalamnya, mungkin terlihatbseperti kambing yang diikat dengan tali pendek, ia bisa bergerak kemanapun namun terbatas. Ini yang menjadi momok bagi playmaker macam Hazard yang senang mengeksplor lapangan dengan kekreatifitasan dan imajinasinya.

   Sarri terlalu fokus pada tiap detil permainanya, meliputi pergerakan pemain, cara penempatan posisi, dan lari para pemain. Harus ada jarang yang paten ketika bek sayap berhadapan dengan winger lawan, yakni kurang lebih 15 meter.

   Penempatan posisi juga harus mengikuti apa yang ada dikepala Sarri. Ini yang setidaknyaembuat kaku strateginya. Kaku dalam hal ini adalah persoalan pengembangan permainan. Chelsea cenderung stagnan dalam permainanya, mainya ya itu itu saja, tak ada yang beda.

   Liga inggris adalah liga yang unik, mereka (tim-tim Inggris) kaget ketika dimasuki oleh strategi baru yang dibawa pelatih baru, namun kekagetan itu hanya berselang mentok selama semusim. Chelsea bahkan belum ada semusim, tim-tim inggris pun sudah hafal dan menemukan counter nya sendiri-sendiri.

   Selayaknya Sarri dengan Sarriball-nya harus sedikit mengalah dalam ke-kaku-an nya untuk menghadapi persaingan juara Liga Inggris. Sarri sudah menyatakan menyerah untuk persaingan trofi Liga Inggris, namun ini mungkin adalah pernyataan psimisnya ataupun sebagai kabar baik bagi tim lain sehingga meremehkan Chelsea dan Chelsea membalik pernyataan itu dan membuat malu bagi yang meremehkan? Hanya Sarri dan Sarriball yang akan menjawabnya.

Baca lainnya