Sun. Oct 25th, 2020

Marjin Bola

More than football

Catatan Negatif Roma Jelang Hadapi Juventus

3 min read
Juventus akan menjamu AS Roma pada pekan ke-17 Serie A di Allianz Stadium, Turin, Minggu (23/12) dini hari WIB. Juventus lebih dijagokan pada laga bertajuk Il Grande Partita tersebut. Selain performa yang jauh dari kata memuaskan, Roma dipastikan tidak diperkuat pemain-pemain andalannya di lini depan.
Meski Edin Dzeko sudah dipastikan dapat bermain pada laga tersebut, Roma masih tidak bisa diperkuat Stephan El Sharaawy dan Lorenzo Pellegrini yang sama-sama menderita cedera otot. Selain itu, Daniele De Rossi juga masih harus absen dikarenakan cedera tulang rawan. Sebaliknya, Juventus akan tampil dengan skuat mumpuni meski dipastikan tidak akan diperkuat Joao Cancelo, Sami Khedira, dan Andrea Barzagli.
Selain unggul dari segi komposisi pemain, Juventus juga unggul dari segi head-to-head. Dari 33 laga yang telah dilakoni kedua kesebelasan, Juventus memenangi 19 diantaranya, sedangkan Roma memenangi delapan laga dan sisanya hasil imbang. Selain itu, Juventus juga selalu menang dalam tujuh laga kandang terakhirnya menghadapi Roma di ajang Serie A.
Juventus yang saat ini diperkuat Cristiano Ronaldo juga merupakan kesebelasan yang paling produktif di Serie A. Juventus telah mencetak 33 gol dan hanya kebobolan 8 gol. Berbanding terbalik dengan Roma yang membobol gawang lawan sebanyak 29 kali dan kebobolan sebanyak 22 kali. Oleh karena itu, mencuri poin dari kandang Juventus merupakan hal yang cukup berat bagi Alessandro Florenzi dan kawan-kawan, terlebih lagi Juventus merupakan satu-satunya kesebelasan yang belum terkalahkan di Serie A.
Akan tetapi, manajer Juventus, Massimilano Allegri tetap tidak memandang Roma sebelah mata. Menurutnya, Roma memiliki sejumlah pemain yang membahayakan.
“Mereka memiliki pemain yang bisa memutus permainan. Saya tidak tahu apakah Dzeko atau Schick akan bermain, ditambah Zaniolo yang tumbuh,” tuturnya seperti dilansir Football Italia. “Cengiz bisa berbahaya, plus mereka memiliki Kluivert dan El Shaarawy. Mereka semua adalah pemain yang dapat menghukum Anda jika Anda tidak bermain dengan pendekatan yang tepat.”
Lebih lanjut, Allegri juga memuji kualitas pelatih Roma, Eusebio De Fransisco, yang belakangan cukup disoroti kemampuan manajerialnya. “Kualitas Eusebio tidak dapat diperdebatkan. Dia salah satu pelatih termuda di sekitar dan dia melakukannya dengan sangat baik musim lalu, membawa Roma ke semifinal Liga Champions, dan bertarung dengan Napoli untuk tempat kedua.”
Sementara itu, manajer Roma, Eusebio mengakui bahwa laga nanti bukanlah laga yang mudah. “Mereka telah menunjukkan bahwa mereka adalah tim terbaik dan bukan hanya tahun ini. Mereka telah mengembangkan mental yang sangat kuat selama bertahun-tahun dan terus menguat. Itu tidak akan mudah karena Roma tidak pernah berhasil mendapatkan hasil di sana dalam beberapa tahun terakhir,” tuturnya melalui laman resmi kesebelasan.
“Dalam beberapa tahun terakhir Juve telah membangun banyak hal – mereka telah menunjukkan mental yang hebat dan haus akan kemenangan. Mereka tidak hanya berbeda dengan kami tetapi juga setiap kesebelasan di Italia dan mereka menunjukkan itu di dalam dan di luar lapangan,” sambungnya.
Saat ini, Juventus masih nyaman berada di pucuk klasemen sementara Serie A dengan perolehan 46 poin dari 16 laga, hasil dari 15 kemenangan, 1 hasil imbang dan belum merasakan kekalahan. Sedangkan Roma berada di peringkat ketujuh dengan perolehan 24 poin dari 16 laga, hasil dari 6 kemenangan, 6 hasil imbang dan 4 kekalahan, hanya berjarak tiga poin dari empat besar. Jika Roma berhasil mencuri tiga poin dari Juventus, Serigala Ibu Kota akan menanjak ke peringkat empat klasemen, dengan catatan Atalanta, Milan dan Lazio harus kalah dari lawannya masing-masing.